PELATIHAN DAN SOSIALISASI DESA DIGITAL E-FOTING

Rabu, 24 Juli 2019, Bertempat di Kecamatan Tanjung Aula Kecamatan di hadiri oleh

  1. Asisten Bidang Pemerintahan dan Sosial (Bpk. K.H. Drs. Atoilah, SE, Msi)
  2. Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan merangkap PLT Kabag Pemdes
  3. Dandim yang di wakili Bpk. Danramil Kec. Tanjung
  4. Kapolres yang di wakili Bpk. Kasatreskrim
  5. Kepala Dinpermades Kab. Brebes
  6. Kepala Dinpermades Kab. Pemalang
  7. Kepala Dinkominfo Kab. Pemalang
  8. Kepala Desa untuk Wilayah Barat di Kabupaten Brebes Kecamatan Tanjung, Kersana, Ketanggungan dan Banjarharjo

Peralatan SID menjadi salah satu alat untuk menuju era Desa Digital, salah satu kebutuhan dalam pengadaan peralatan SID adalah E-fotting hal ini untuk memudahkan untuk pemungutan suara. Kemdagri mempunyai kepentingan dalam sistem ini untuk menjaga akses data. Di dalam chip terekam informasi data pribadi (nama, umur, tempat tanggal lahir, orang tua). Agar alat ini bekerja, itu didukung dengan KTP elektronik, untuk mengkonfirmasi data. Alat ini diuji sudah 10 tahun yang lalu di Kabupaten Boyolali. Hitungan dengan alat ini juga lebih menghemat waktu.

Ada  hal yang menjadi kekhawatiran kades di wilayah selatan

  1. Masyarakat belum siap (coblos, centang, dan nutul sama). Maka jika diganti dengan digital/layar sentuh sama saja nilainya.
  2. Sinyal/Jaringan. Tidak di semua daerah jaringannya cepat. Perangkat ini tidak ada kaitannya dengan sinyal, karena tidak menggunakan internet.
  3. Pemadaman listrik. Hal ini bisa diatasi dengan jenset.
  4. Penjaminan alat yang disimpan. Alat ini bukan hanya untuk e-foting saja tetapi adalah alat pengembangan dari SID (program pemerintah) untuk mengembangkan desa digital. Desa digital menggunakan perangkat. Jika Digital diterapkan maka bisa untuk mempublikasikan desa tentang potensi desa.

Sudah ada sistem SISKUDES, SIMPADES, BDT (verifikasi dan validasi) adalah perangkatya sama dan untuk di submitt server down, ngehang kemudian ditarik lagi oleh Dinas Sosial. Setelah e-foting selesai, perangkat ini berfungsi sebagai pendukung ketiga sistem tersebut sebagai layanan administrasi pelayanan desa.

Ada fingerprint sidik jari untuk presensi perangkat desa, pembaca KTP (cek data kependudukan).

TUPOKSI anggaran desa tidak hanya untuk PILKADES, yang tadinya anggaran 51 juta jika dengan e-fotting menjadi 70 juta. Sedangkan masih ada operator, kepanitiaan, dll. Terkait KTP elektronik, apakah sudah berjalan sesuai dengan harapan sementara masih banyak masalah tercecer terkait e KTP. Permasalahannya adalah sebelum melangkah maju, perlu memperhatikan hal-hal tersebut. Kemudian tidak ada peraturan tentang waktu berakhirnya perhitungan suara pilkades. (Pertanyaan Pak Iqbal) Jawabannya maka diadakan revisi PERGUB (bahasan pelaksanaan PILKADES). Tetapi jika dilaksanakan dengan elektronik tabulasi dengan komputer sehingga data yang masuk sudah langsung terekam. Setelah ditutup bisa di print sebagai jejak rekam digital sehingga tidak bisa di hack dsb.

Segera melakukan perekaman yang belum mempunyai e KTP dan yang sudah mempunyai segera melakukan perekaman dan pencetakan e KTP mobile untuk mengejar waktu sampai menjelang e-fotting PILKADES. Sosialisaasi akan terus dilaksankan, kemudian akan bergerak lebih teliti bergerak dengan lembaga desa seperti PKK, RT, RW, Karang Taruna, tokoh masyarakat pada sosialisasi selanjutnya sekaligus dengan materi hipotik (bagaimana tata caranya dsb).

Share ke :
Facebook
Google+
Twitter
Telegram
Email
WhatsApp

Iklan Layanan Masyarakat