DESA PAREREJA KAMI KKN UNNES DATANG

Minggu, 14 Juli 2019 kami berkumpul di Kampus tercinta Universitas Negeri Semarang, tepatnya di depan gedung Fakultas Ilmu Sosial. Beberapa dari kami telah berangkat terlebih dahulu mengendarai sepeda motor pada pukul 2 pagi dan sisanya menyiapkan barang-barang untuk diangkut ke dalam truk bersama kelompok desa lainnya. Oh iya, perkenalkan kami adalah mahasiswa Universitas Negeri Semarang dari berbagai jurusan dan fakultas yang sedang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata di Kabupaten Brebes, Kecamatan Banjarharjo, Desa Parereja.

Kami berjumlah total 12 orang yang terdiri dari 4 mahasiswa dan 8 mahasiswi. Ada Mas Sarno sebagai Koordinator Mahasiswa Desa, dan Mas Bayu sebagai wakilnya. Lalu ada Mbak Yufliha dan Mbak Anisah sebagai sekretaris di kelompok kami. Kemudian pada bagian bendahara, kami memiliki Mbak Dhika dan juga Mbak Riri. Pada tim KKN kami juga memiliki 4 bidang lainnya yaitu bidang pendidikan yang dikepalai oleh Mbak Choliva, dan Mbak Ferent sebagai staff. Selanjutnya pada bidang kesehatan dikepalai oleh Mas Andhy, dan Mbak Esty sebagai staff. Untuk bidang ekonomi dikepalai oleh Mbak Diana dan pada bidang Infrastruktur dikepalai oleh Mas Ekka.

Kami sebagai tim belum mengenal satu sama lain sebelumnya. Pada penempatan kelompok KKN dan tempat yang akan menjadi sasaran lokasi KKN sudah ditentukan oleh sistem yang ada. KKN ini adalah KKN jenis Lokasi tahap 1. Awalnya masing-masing dari kami cukup kaget karena menempati desa yang cukup jauh dari Kota Semarang. Kami mengira bahwa cakupan KKN Lokasi UNNES tidak sampai sejauh ini, ternyata pada hasil plotting KKN kami mendapatkan tempat di sini, di Desa Parereja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes.

Desa Parereja, tak sulit bagi beberapa dari kami untuk menemukan tempat ini ketika pergi untuk survey lokasi pertama kali. Dampak kemajuan teknologi sangat memudahkan kami untuk berpergian kemanapun, termasuk menemukan Desa ini. Pertama kali tiba di Desa ini, beberapa dari kami cukup senang karena Desa Parereja tak separah yang dibayangkan sebelumnya. Yang kami kira Desa ini penuh dengan sampah, kumuh, kekurangan air, akses yang sulit untuk mendapatkan logistik dan hal buruk lainnya. Namun perkiraan kami salah, desa ini justru desa terbaik dari 25 desa menurut kami dengan desa lain yang ada di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes.

Desa ini tergolong maju dan memiliki prestasi sebagai Juara 1 Lomba Desa tingkat Kabupaten Brebes tahun 2018. Bayangkan, desa ini Juara 1 dari sekian banyak desa dari kecamatan lainnya pada Kabupaten Brebes. Ini adalah satu dari banyak hal yang dapat dibanggakan oleh masyarakat Parereja sendiri. Kami pun bertanya-tanya mengapa bisa Desa Parereja ini bisa menjadi Desa Terbaik di Kabupaten Brebes, sampai akhirnya kami disibukkan oleh banyaknya program yang ada di desa ini.

Kami mengabdi untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Parereja ini membawa 16 program kerja yang difokuskan pada bidang pendidikan dan kesehatan sesuai dengan arahan dari Kepala Desa atas permasalah yang ada di desa ini. 16 program kerja ini terbilang cukup banyak untuk dilaksanakan, karena pada desa lain rata-rata hanya memiliki 12 program kerja. Tidak hanya 16 program kerja yang kami laksanakan, kami juga memiliki agenda lainnya yang cukup memadatkan hari-hari kami di desa ini.

Pertama tiba untuk mengisi posko kami yang terletak di rumah Pak Tusdi di RT05 RW01, kami disambut oleh kegembiraan adik-adik di desa ini. Awalnya hanya 5 anak yang ada, sampai akhirnya kami menjalankan program Bimbingan Belajar lalu pun adik-adik kecil lainnya mulai berdatangan. Kami cukup kaget karena adik-adik di desa ini memiliki antusias untuk belajar yang cukup tinggi.

Awalnya kami hanya mengadakan Bimbingan Belajar di posko, namun dikabarkan bahwa banyak anak-anak di belahan lain desa ini juga ingin mengikuti Bimbel. Lalu kami membuka Bimbel di tempat lain yang terletak di Musholla bagian utara Desa Parereja. Banyak sekali anak-anak yang berantusias untuk mengikuti kegiatan ini, kami cukup kewalahan untuk menghadapinya.

Program Bimbingan Belajar ini adalah program yang memiliki agenda rutin yang dilikasanakan pada hari senin sampai jumat pukul 19.30 – 20.30. Agenda rutin kami pun semakin bertambah mengingat perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 yang ke 74 akan berlangsung sebentar lagi. Melatih gerak jalan dan paduan suara ibu-ibu PKK, Paskibra FANDEJA (Forum Anak Desa Parereja), dan agenda lainnya dari SD setempat. Kami juga mengikuti pengajian mingguan rutin di desa ini yang dilaksanakan pada selasa sore dan selasa malam.

Jadwal kami sangat padat setiap harinya. Lelah dan jenuh sudah pasti kami rasakan, namun ketika melihat senyuman dari masyarakat ketika kami menjalankan agenda tersebut, lelah dan jenuh kami pun serasa hilang. Masyarakat di sini sangat baik kepada kami, cukup sering kami diberikan hadiah oleh masyarakat mulai dari adik-adik hingga bapak-bapak dan ibu-ibu. Kepala Desa Parereja, Pak Wakim juga sangat baik kepada kami. Beliau sering mentraktrir kami makan dan juga sangat terbuka dalam bertukar pikiran..

Kami sangat senang bisa ditempatkan di Desa Parereja, walau jadwal padat tetapi kami bahagia berada di sini. Seblak baru saja tiba di meja kami saat kami sedang menulis artikel ini di Balai Desa. Perangkat desa di sini tak kalah baiknya dengan Pak Kepala Desa. Perangkat Desa dan seluruh masyarakat di sini sangat perhatian terhadap kami. Tak terasa dua pekan telah kami lalui, desa ini membuat kami nyaman serasa di rumah sendiri. Tinggal beberapa minggu bagi kami dan masih ada program dan kegiatan yang akan kami laksanakan di desa ini bersama masyarakat yang pastinya akan sangat berkesan bagi kami dan masyarakat Desa Parereja

Share ke :
Facebook
Google+
Twitter
Telegram
Email
WhatsApp

Iklan Layanan Masyarakat