Dalam memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, Desa Parereja mengadakan perlombaan tradisional untuk anak-anak. Permainan tradisional seperti egrang, bakiak, congklak dilombakan dalam perlombaan anak. Tujuan utama mengapa permainan tradisional dilombakan adalah supaya anak-anak di jaman milenial ini terus mengingat permainan jaman dahulu. Seiring dengan perkembangan jaman, gadget terus di tangan sementara permainan tradisional sedikit demi sedikit terlupakan. Untuk itu, FANDEJA berinisiasi untuk mengadakan perlombaan anak dengan tema permainan tradisional.

Perlombaan anak ini dilaksanakan tepat sehari setelah Upacara Hari Kemerdekaan. Minggu, 18 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB di lapangan Desa Parereja ramai anak-anak berdatangan mengikuti lomba. Anak-anak usia Sekolah Dasar putra pun putri semua antusias mendaftarkan diri untuk mengikuti perlombaan. Selain perlombaan permainan tradisional juga ada beberpa perlombaan khas 17-an seperti pecah air, tarik tambang, dan balap karung. Ada juga perlombaan yang sedang viral di beberapa media sosial saat ini yaitu estafet tepung menggunakan piring turut serta dilombakan.

Masih di hari Minggu, setelah perlombaan anak-anak selesai, diadakan pula perlombaan dewasa yang diikuti oleh ibu-ibu dan bapak-bapak. Perlombaan dewasa sengaja diadakan sore hari ketika masyarakat dewasa sudah luang waktunya. Lomba yang diadakan seperti lomba balap karung, balap bakiak, lomba cantel caping, dan lomba estafet sarung. Mayoritas lomba diadakan untuk ibu-ibu, hanya lomba balap karung saja untuk bapak-bapak. Tak luput juga anak-anak menyaksikan perlombaan dewasa, melihat orang tua mereka yang berlomba. Terlepas dari perlombaan, hadiah sudah disediakan panitia dan akan dibagikan saat malam pentas seni Kamis, 29 Agustus 2019 yang berlokasi di lapangan sepak bola Desa Parereja.

Share ke :
Facebook
Google+
Twitter
Telegram
Email
WhatsApp

Iklan Layanan Masyarakat